Meski menerima putusan bersalah dari Komdis PSSI, tapi bobotoh Persib Bandung mengaku kecewa sekaligus bingung dengan saksi larangan menonton "Maung Bandung" dengan atribut klub.
Tentang tindakan tak terpuji yang dilakukan fans Persib saat menjamu Persija Jakarta di Stadion Siliwangi akhir pekan lalu, hal tersebut tak terbantahkan. Oleh karena itu hukuman memang pantas dijatuhkan buat tim asuhan Jaya Hartono itu.
"Saat itu 'kan siaran langsung, jadi nyata-nyata terlihat bobotoh melakukan pelemparan batu yang terlihat oleh seluruh warga Indonesia," ujar Ketua Viking Persib Fans Club, Heru Joko, Kamis (24/7/2008).
Meski demikian, Heru mengaku kecewa karena sanksi yang diberikan terlalu lama, yaitu selama setahun tak boleh menggunakan atribut berbau Persib. "Terlalu lama lah kalau setahun. Ya, beberapa bulan saja, misalkan tiga bulan," harapnya.
Heru menambahkan sanksi yang diberi! kan Komdis PSSI ini dinilai belum jelas. Para bobotoh kebingungan atribut yang dilarang itu yang mana. "Apakah baju Persib nggak boleh, (baju) Viking boleh nggak?" tanyanya.
Pendapat yang sama juga dilontarkan Panglima Viking, Ayi Beutik, saat dihubungi terpisah. "Semestinya Komdis membeberkan butir-butir sanksi pelarangan atribut tersebut," katanya.
Menurut Ayi, sanksi yang diberikan Komdis cukup berat. Sebab dalam dunia sepakbola, suporter tanpa atribut timnya tak akan meramaikan suasana. "Yah kalau toh tak boleh pakai atribut, ntar telanjang dada saja," selorohnya.
Selain hukuman tersebut, Komdis juga memberikan masa percobaan selama enam bulan kepada Bobotoh untuk tidak melakukan tindakan rasisme. Yakni, menggunakan atribut atau apa pun yang sifatnya menghujat atau hal yang bisa menimbulkan perpecahan. Pelanggaran atas sanksi ini akan berbuntut pada sanksi berupa denda sebesar Rp 200 juta.
Tentang tindakan tak terpuji yang dilakukan fans Persib saat menjamu Persija Jakarta di Stadion Siliwangi akhir pekan lalu, hal tersebut tak terbantahkan. Oleh karena itu hukuman memang pantas dijatuhkan buat tim asuhan Jaya Hartono itu.
"Saat itu 'kan siaran langsung, jadi nyata-nyata terlihat bobotoh melakukan pelemparan batu yang terlihat oleh seluruh warga Indonesia," ujar Ketua Viking Persib Fans Club, Heru Joko, Kamis (24/7/2008).
Meski demikian, Heru mengaku kecewa karena sanksi yang diberikan terlalu lama, yaitu selama setahun tak boleh menggunakan atribut berbau Persib. "Terlalu lama lah kalau setahun. Ya, beberapa bulan saja, misalkan tiga bulan," harapnya.
Heru menambahkan sanksi yang diberi! kan Komdis PSSI ini dinilai belum jelas. Para bobotoh kebingungan atribut yang dilarang itu yang mana. "Apakah baju Persib nggak boleh, (baju) Viking boleh nggak?" tanyanya.
Pendapat yang sama juga dilontarkan Panglima Viking, Ayi Beutik, saat dihubungi terpisah. "Semestinya Komdis membeberkan butir-butir sanksi pelarangan atribut tersebut," katanya.
Menurut Ayi, sanksi yang diberikan Komdis cukup berat. Sebab dalam dunia sepakbola, suporter tanpa atribut timnya tak akan meramaikan suasana. "Yah kalau toh tak boleh pakai atribut, ntar telanjang dada saja," selorohnya.
Selain hukuman tersebut, Komdis juga memberikan masa percobaan selama enam bulan kepada Bobotoh untuk tidak melakukan tindakan rasisme. Yakni, menggunakan atribut atau apa pun yang sifatnya menghujat atau hal yang bisa menimbulkan perpecahan. Pelanggaran atas sanksi ini akan berbuntut pada sanksi berupa denda sebesar Rp 200 juta.